Posted on

PROGRAM JALIN KESRA (penelitian)

This slideshow requires JavaScript.

Penelitian Jalin Kerja (Jaminan Perlindungan Kesejahteraan Rakyat)

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. A.     Latar Belakang

Dalam upaya mencapai tujuan dan cita-cita Bangsa Indonesia, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan makmur baik materil maupun spiritual yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, maka bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan di segala bidang secara bertahap dan berkesinambungan.

            Kesejahteraan lahir dan bathin scara adil dan merata merupakan dambaan seluruh lapisan masyarakat. Untuk  mewujudkan kesejahteraan tersebut perlu adanya peningkatan pendidikan, pelayanan kesehatan, lapangan pekerjaan, perekonomian atau penghasilan masyarakat. Sehingga diharapkan tidak ada keluarga yang mengalami penderitaan atau kekurangan apapun.

            Akhir-akhir ini banyak terjadi perdebatan yang cukup sengit di kalangan akademis dan praktisi pembangunan yang menyangkut tentang isu bagaimana  menentukan formula yang tepat untuk kebijakan pembangunan , terutamanya untuk negara-negara yang sedang berkembang. Mulai akhir tahun 1960-an sampai sekarang, realisasi kebijakan pembangunan yang ada tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Kemiskinan tidak menjadi berkurang dan pembangunan menjadi bertambah rumit yang disertai dengan ketidak pastian proses yang tidak dapat direncanakan dan diimplementaikan. (Badan Perencanaan Pembangunan 2005: 1).

            Pada decade tahun 1997 hingga sekarang, Indonesia telah dilanda krisis yang berkepanjangan, maka jumlah penduduk Indonesia yang termasuk kategori miskin pun semakin bertambah.  Menurut dinas pemukiman propinsi  pada tahun 2012 ini jumlah penduduk  miskin masih cukup besar, sekitar 2.979.565 Jiwa dan tingginya angka pengangguran mencapai 1.011.170. hal ini berarti tingkat kemiskinan masih cukup tinggi.

            Berdasarkan latar belakang di atas, yaitu adanya krisis berkepanjangan yang melanda Indonesia hamper saja melumpuhkan semua sendi kehidupan, Bangsa Indonesia hampir jatuh ke jurang yang sangat memperihatinkan. Tetapi yang paling dapat dirasakan langsung oleh masyarakat tingkat bawah adalah bidang ekonomi. Dengan adanya krisis moneter pada decade tahun 1997 tersebut, maka dampak terhadap daya beli warga, terhadap perluasan tenaga kerja, terhadap perluasan usaha, bahkan terhadap kesehatan masyarakat, yang berakibat Indonesia terancam lost generation (kehilangan generasi), jika 2,3 % diantara 24 juta  anak dibawah  5 tahun terancam kekurangan gizi berat (severe malnutrition), bahkan menurut laporan UNICEF satu diantara 2 bayi di Indonesia yang berusia di bawah 2 tahun mengalami malnutrisi (kekurangan gizi), hal ini lah yang membuat kita sangat  prihatin dengan masa depan generasi penerus bangsa. Dengan adanya dampak yang sangat mengkhawatirkan tersebut diatas, maka pemerintah dengan berbagai upaya membuat terobosan berupa program jaminan perlindungan kesejaheraan rakyat (Jalin Kesra), Program ini memang khusus diperuntukkan secara langsung (bantuan langsung) kepada masyarakat miskin dan yang jatuh miskin akibat dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan. Dimana sebagian besar masyarakat tersebut hampir sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi  kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan – kebutuhan hidup lainnya. Menurut pengamatan penulis dampak krisis ekonomi ini sangat berpengaruh  terhadap kehidupan sebagian warga. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian sehari-hari yaitu sebagai petani, buruh tani, tukang kayu, tukang batu, tukang las dan pekerjaan rendah lainnya.

            Berdasarkan kenyataan diatas penulis tertarik mengadakan penelitian tentang “Pengaruh Bantuan Jaminan Perlindungan Kesejahteraan Rakyat Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Warga Penerima Jalin Kesra.”

  1. B.     Pembatasan Masalah

Pembatasan dalam setiap penulisan adalah sangat perlu, hal ini dimaksudkan agar penelitian dapat lebih terarah dan sesuai dengan maksud yang dituju. Maka penulis merasa bekepentingan untuk mengadakan pembatasan dalam penulisan ini. Menurut pendapat Prof. Dr. Winarno Surahmad dalam bukunya, buku pegangan Pembuatan Skripsi, yang antara lain dijelaskan :

            Setiap pembahasan supaya memiliki kerja yang baik dan memberikan gambaran yang jelas diperlukan pembatasan pembahasan. Tentu luas dalam pembahasan terlalu sulit untuk dipecahkan dan menjadi kabur batasan-batasannya”. (Winarno Surahmad, 1978, hl. 22).

            Dengan adanya pembatasan ini, maka permasalahannya yang ingin diselesaikan itu jelas dan tegas sehingga dapat memberikan arah yang jelas dalam penanganan dan langkah-langkah yang menyimpang dapat dicegah atau dihindari.

            Maka penulis  berusaha memberi batasan-batasan masalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan Program Jalin Kesra yang didasarkan pada Pendekatan Tridaya (Pemberdayaan manusia, pemberdayaan usaha, pemberdayaan lingkungan) Kesejaheraan warga penerima bantuan Jalin Kesra yang dapat menanggulangi dampak krisis ekonomi
  1. C.     Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah yang kami paparkan tersebut diatas, maka penulis  dapat merumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut::

  1. Bagaimana penggunaan Bantuan Program Jalin Kesra
  2. Bagaimana Kesejahteraan warga?
  3. Sejauh mana penggunaan Bantuan Program Jalin Kesra terhadap  peningkatan kesejahteraan penerima dana Jalin Kesra?
  1. D.    Tujuan dan Pentingnya Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan umum.
    1. Untuk menerapkan secara langsung teori yang diperoleh dari sekolahan
    2. Untuk melatih peneliti dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dan memecahkan secara ilmiah dan praktis apabila terjun di dalam masyarakat.
    3. Untuk mewujudkan dan melakukan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu penelitian dan pengembangan.
    4. Tujuan Khusus
      1. Untuk mengetahui penggunaan bantuan program Jalin Kesra
      2. Untuk mengetahui kesejahteraan warga penerima bantuan
      3. Untuk mengetahui sejauh mana dampak penggunaan Bantuan Jalin Kesra terhadap kesejahteraan  warga penerima dana Jalin Kesra
      4. Pentingnya Penelitian

Dalam setiap penelitian masalah yang dikemukakan perlu di teliti, karena kemungkinan penerapan dari  hasil penelitian akan mempertegas bahwa masalah yang akan dicari jawabannya memang penting dan bermanfaat untuk di teliti. Pentingnya masalah yang akan di teliti , dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan bantuan digunakan untuk meningkatkan beban ekonomi rakyat, termasuk pada pemulihan bidang pendidikan, kesehatan,  rumah tinggal miskin dan fasilitas – fasilitas lainnya.
  2. Kesejahteraan warga penerima Bantuan Jalin Kesra  sebelum adanya dana Jalin Kesra dalam keadaan yang cukup memperihatinkan.
  3. Penggunaan Bantuan Jalin Kesra mendapat respon yang positif dari warga penerima Bantuan Jalin Kesra sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi warga penerima Bantuan Jalin Kesra tersebut
  4. Melatih dalam menghadapi masalah dan memesahkan secara ilmiah dan praktis apabila telah terjun dalam kehidupan bermasyarakat .
  1. Sistematika Laporan

BAB          : PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Pembatasan Masalah
  3. Perumusan Masalah
  4. Tujuan dan Pentingnya Peneliian
  5. Sistematika Laporan

BAB II       : LANDASAN TEORI

  1. Tinjauan Tentang Program Jalin Kesra
  2. Tinjauan Tentang Kesejahteraan Warga
  3. Dampak Pemberian bantuan Jalin Kesra terhadap kesejahteraan warga
  4. Hipotesis

BAB III      : METODE PENELITIAN

  1. Pengertian dan Jenis Penelitian
  2. Penentuan Populasi dan Sampel
  3. Variable dan Definisi Operasional Variabel
  4. Metode Pengumpulan Data
  5. Metode Analisis Data

BAB IV     :   DAMPAK PEMBERIAN BANTUAN JALIN KESRA

 TERHADAP KESEJAHTERAAN WARGA

  1. Kondisi umum
  2. Pemberian Bantuan Jalin Kesra
  3. Kesejahteraan warga  penerima Program  Jalin Kesra
  4. Pengaruh pemberian Bantuan Jalin Kesra terhadap peningkatan kesejahteraan warga penerima bantuan Jalin Kesra

BAB    : KESIMPULAN DAN SARAN

  1. KESIMPULAN
  2. SARAN

DAFTAR KEPUSTAKAAN

DAFTAR TABEL

BAB III

METODE PENELITIAN

 

  1. A.     Pengertian dan Jenis Penelitian
  2. Pengertian Penelitian

Untuk memperoleh data yang relevan sebagai bahan penelitian, maka di dalam penelitian perlu digunakan suatu metodologi. Metodologi maupun cara pelaksanaannya yang seefisien mungkin atau suatu tugas yang diperoleh dengan mengingat segi-segi tujuan, peralatan, waktu dan biaya yang tersedia. Dengan metode yang sesuai dan tepat akan ikut menentukan berhasil tidaknya suatu tujuan penelitian.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Fuat Hasan dan Koentjoro Ningrat : “Metode adalah cara atau jalan  sehubungan dengan upaya ilmiyah , maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk bersangkutan” (Fuat Hasan dan Koentjoro Ningrat, 1990, hal 7).

Sedangkan metode penelitian menurut Hadari Nawawi dalam bukunya :

Suatu metode yang digunakan dalam usaha untuk menangkap gejala-gejala alam dan gejala social dalam kehidupan manusia dengan mempergunakan prosedur kerja yang sistematis, teratur, tertib dan  dipertanggung jawabkan secara ilmiah. (Hadari Nawawi, 1992, hal 17)

Sedangkan Sri Hadiai mengatakan :

Metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja alam mencapai sasaran  yang diperlukan bagi pnggunanya sehingga dikehendaki dalam upaya mencpai sasaran atau tujuan pemecahan masalah. (Sri Hadiati, 1997. hal 17)

Sedangkan menurut pendapat Winarno Surakhmad: Metode merupakan cara yang untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis dengan mempergunakan teknis atau alat tertentu, (Winarno, 1978, hal 131).

Dari pendapat diatas maka penulis dapat menyatakan bahwa metode adalah suatu cara atau jalan untuk mencapai tujuan yang direncanakan. Sedangkan penelitian merupakan terjemahan dari “Resarch” yang merupakan gabungan dari kata “Re” artinya kembali dan “Searc” artinya mencari. Dengan demikian kata research dapat diartikan “Mencari kembali”.. Sutrisno Hadi berpendapat :

“Research adalah penyelidikan yang dilakukan dengan cara  hati-hati, kritis an seksama dalam rangka mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip guna merumuskan  dan memecahkan suatu masalah dengan menggunakan cara-cara atau prosedur yang bersifat ilmiah (Sutrisno Hadi, 1996, hal 4)

Berdasarkan penjelasan para tokoh diatas dapat dikatakan bahwa metode penelitian adalah suatu kejadian ilmiah dalam memecahkan masalah dengan menggunakan cara yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

  1. Jenis-jenis Penelitian

Menurut Prof. Dr. G. Wayam Seregeg MED, Metode penelitian dapat dibedakan menjadi :

  1. Metode historial yaitu metode penelitian yang berkenaan dengan masa lampau untuk mengamati perspektif masa kini.
  2. Survey yaitu studi yang berhubungan dengan masa kini dan usaha untuk menentukan status kekinian dari suatu gejala atau usaha untuk menentukan status gejala atau fenomena yang diselidiki.
  3. Eksperimental yaitu metode yang berorientasi  kea rah penemuan hubungan antara beberapa fenomena sebagai alat untuk memprediksi dan mengontrol peristiwa. (Wayam Seregeg MED, 1987, hal 35)

Surakhmad Winarno dalam bukunya yang berjudul : Pengantar penelitian ilmiah, mengatakan macam-macam metode penelitian ada tiga yaitu:

  1. Metode Hisorik

Adalah penyelidikan yang mengaplikasikan metode-metode  pemecahan yang ilmiah dari perspektif historic sesuatu masalah.

  1. Metode Deskriptif

Adalah merumuskan dan menafsirkan data yang ada serta mengklasifikasikannya.

  1. Metode Eksperiment

Adalah dengan jalan membandingkan berbagai peristiwa dimana terdapat fenomena tertentu. (Surakhmad , 1987, hal. 123)

Klasifikasi metode penelitian ini berdasarkan atas dimensi waktu juga memiliki :

  1. Perbedaaan tujuan waktu
  2. Perbedaan sifat masalah
  3. Perbedaan Prosedur penelitian yang digunakan. (Sregeg Wayan MED, 1987, hal. 221)

Menurut pendapat Mardalis adalah :

  1. Penelitian histories yaitu untuk mendeskripsikan apa-apa yang terjadi pada masa lampau.
  2. Penelitian penjajakan (Desploratif) yaitu penelitian yang bertujuan mencari hubungan baru yang terdapat pada permasalahan yang luas dan komplek.
  3. Penelitian Deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang  saat ini berlaku.
  4. Penelitian Eksploitasi bertujuan untuk menjelaskan apa-apa yang terjadi bila variable tertentu dikontrol atau dimanipulasi secara tertentu. (Mardalis, 1989, hal. 26).

Dari uraian tersebut diatas dapat dikatakan bahwa dalam penelitian, seseorang peneliti harus mempunyai wawasan yang luas tentang metode-metode yang terdapat dalam penelitian, sehingga memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data  dan segera mendapatkan apa yang menjadi tujuan penelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan alas an bahwa penulis memilih segala sesuatu yang sedang terjadi sesuai dengan penelitian adalah : Pengaruh pemberian bantuan Jalin Kesra terhadap kesejahteraan warga

  1. B.     Penentuan Populasi dan Sampel
    1. Pengertian Populasi

Sutrisno Hadi mengatakan : “Populasi adalah semua individu untuk kenyataan yang diperoleh dari sample yang hendak digeneralisasikan”. (Sutrisno Hadi 1983, hal 170)

Menurut Hermawan Wasito dalam buku Pengantar Metodolosi Penelitian , pengertian populasi adalah sebagai berikut : Keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari manusia, benda, hewan, tumbuhan dan gejala nilai tes atau peristiwa, sebagai sumber data yang memiliki  karakteristik tertentu dalam suatu penentuan/penelitian…(Hermawan Wasito, 1995, hal.49

Sedangkan menurut Sutrisno Hadi:

Populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksud untuk diselidiki disebut populasi atau universum. Populasi dibatasi sejumlag penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang sama. (Hadi Sutrisno, 1983, hal. 220).

Dari uraian diatas dapat penulis katakana bahwa populasi adalah keseluruhan jumlah yang  menjadi obyek penelitian, sedangkan obyek tersebut mempunyai sifat yang sama. Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah 477 Kepala Keluarga yang menerima dana Jalin Kesra

b.  Jenis-jenis Populasi

Menurut Suryadi Surya Brata populasi berdasarkan jenisnya dibedakan dua yaitu:

  1. Populasi Homogen

Yaitu populasi yang terdapat di suatu daerah yang subyek-subyeknya mempunyai sifat-sifat yang sama.

  1. Populasi Heterogen

Yaitu subyek yang ada pada daerah penelitian tiudak memiliki sifat-sifat yang sama atau sifatnya bervariasi.

Sedangkan Arikunto Suharsimi mengatakan berdasarkan jumlahnya, maka populasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Jumlah terhingga

Yaitu terdiri dari elemen dengan jumlah tertentu

  1. Jumlah Tak Terhingga

Yaitu terdiri dari elemen yang sukar dicari batasannya. (Arikunto Suharsimi, 1989, hal 103).

Dari pendapat tokoh diatas dapat dikatakan bahwa populasi dapat digunakan, jika jumlahnya terbatas serta memungkinkan untuk diteliti secara keseluruhan, tetapi jika jumlahnya banyak, dalam arti poeneliti tidak dapat atau mengalami kesulitan jika mengadakan penelitian secara keseluruhan, maka sample yang dipandang representative terhadap populasi tersebut. Dalam populasi sebenarnya mengandung subyek dan obyek penelitian. Subyek dalam populasi adalah pihak  yang diteliti, sedangkan obyeknya berupa sasaran yang akan diteliti

2.  Sampel

a. Pengertian Sampel

Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. (Arikunto Suharsimi, 1989, Hal. 104). Sebagian individu yang diselidiki disebut sample atau contoh. (Monster) (Sutriso Hadi, 1983, hal 70). Disamping itu pendapat lain yang mengatakan, “Sampel adalah contoh monster, reprentan, ataum wakil dari suatu populasi yang cukup jumlahnya, yaitu satu bagian dari keseluruhan. (Faisal Sanapiah, 1982, hal. 29).

Dari pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sample adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti dan hasilnya dikenakan pada seluruh populasi. Karena itu populasi dan sample itu harus ada, dalam arti sample itu ada bila diperlukan untuk mempermudah dalam penelitian yang dilakukan.

b.  Jenis-jenis Sampel

  Jenis sample antara lain :

Propotional sample, yaitu jika populasi terdiri dari beberapa sub-sub populasi yang tidak homogen dan tiap-tiap sub populasi akan diwakili dalam penyelidikan.

1)      Stratified sample yaitu biasa digunakan jika populasi terdiri dari kelompok-kelompok yang mempunyai susunan yang bertingkat.

2)      Porpasive sample yaitu pemilihan kelompok subyek didasarkan atas cirri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan cirri-ciri atau sifat-sifat populasi yang dapat diketahui sebelumnya.

3)      Quota sample yaitu sering digunakan untuk menyelidiki pendapat rakyat atas dasar quantum.

4)      Double sample yaitu sampling kembar

5)      Area probability sample yaitu membagi daerah-daerah populasi ke dalam sub-sub daerah.

6)      Cluster sample yaitu satuan-satuan sample tidak terdiri dari individu, melainkan dari kelompok-kelompok individu. (Sutrisno Hadi, 1983. 81-85).

Sebenarnya jenis-jenis sample tersebut diatas siperoleh dari macam-macam cara sampling yang sesuai dengan nama, jenis sampelnya. Namun demikian ada beberapa  jenis sample ini yang diambil dengan cara random sampling dan menghasilkan. Misalnya propotional random sampling dan sebagainya. Seperti yang dikatakan Sutrisno Hadi:

Area propotional stratified random sampling adalah cara pengambilan sample dengan memperhatikan strata atau tingkatan dalam populasi dari masing-masing strata dipertimbangkan dengan menggunakan teknik random. (Hadi Sutrisno, 1983, hal 30)

Untuk mengambil sample dari populasi tertentu, perlu dipikirkan jenis mana yang paling tepat, sehingga dapat mewakili populasi , dapat mencapai ssaran dan tujuan dari penelitian itu sendiri, serta terhindar dari kesalahan-kesalahan yang fatal.

      Penelitian harus memikirkan besar kecilnya sampe4l yang akan di teliti dengan cermat. Sample yang besar akan memberikan hasil yang maksimal tetapi  biayanya serta memerlukan waktu yang lama, dalam waktu yang relative singkat serta tidak terlalu mengeluarkan biaya yang mahal, seperti yang dikemukakan oleh Joko Subagyo:

Pada prinsipnya tidak ada aturan yang eksak untuk menentukan prosentase yang dianggap tepat dalam menentukan sample, namun secara logis dengan mengambil sample yang lebih banyak akan menghasilkan yang lebih baik disbanding dengan yang kurang. (Subagyo Joko, 1991, hal. 29)

  1. Penentuan Sampel

Untuk menentukan besarnya sample menurut pendapat Suharsimi Arikunto adalah sebagai berikut : “Apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-025% atau lebih” (Arikunto Suharsimi, 1989, hal 120).

Sejalan dengan pengertian ini diatas, sample yang dialokasikan apabila penyelidikan dilakukan hanya terdapat sebagian subyek yang dianggap dapat mewakili kerseluruhan obyek penelitian. Dari beberapa pengertian sample tersebut diatas, maka yang dimaksud dengan sample di dalam penelitian ini adalah sejumlah warga yang secara khusus  ditetapkan dalam rapat desa termasuk warga desa yang berhak sebagai penerima bantuan Jalin Kesra dimana yang dijadikan obyek penelitian adalah 55 orang. Jadi sample dalam penelitian ini adalahg 55 orang penerima bantuan Jalin Kesra yang ada

Sedangkan menurut jumlah sample, penulis menggunakan tekhnik random sampling . sebagaimana disampaikan Sutrisno Hadi bahwa salah satu cara yang sangat terkenal dalam statistic untuk memperoleh sample yang representative  adalah cara randomisasi. Maksud randomisasio adalah suatu teknik mengambil individu untuk sample dari populasi dengan cara random. Yaitu suatu cara jika penulis tidak memilih-memilih individu-individu yang ditugaskan untuk mengisi sample. Suatu sample adalah sample random jika tiap-tiap individu dalam populasi diberi  kesempatan yang sama untuk ditugaskan menjadi anggota sample. (Hadi Sutrisno, 1996, hal. 223)

  1. Variabel dan definisi Operasional variable
    1. Variabel
      1. Pengertian variable

Menurut Dr. Kartini Kartono, Variabel adalah : “Suatu kuantitas (jumlah) atau sifat karakteristik yang mempunyai nilai numeric atau kategori . variable merupakan satu kuantitas yang bias berubah-ubah bias berkurang atau bertambah juga merupakan satu factor yang bergantung pada factor-faktor lain..” (Kartono Kartini, 1990, hal. 333).

            Sedangkan Sanapiah Faisal mengatakan bahwa : “Varibel adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karaktristik yang oleh pengeksperimen dimanipulasi, dicontrol atau diobservasi”. (Faisal Sanapiah 1982, hal 83). Selanjutnya dijelaskan oleh Moh. Nasir dalam bukunya ” Metode Penelitian sebagai berikut : “Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai”. (Nasir Muh, 1983, hal. 149).

Menurut Kartono Kartini jenis variable antara lain:

  1. Variabel Bebas (Independent Variabel) ialah :

1)        Variabel yang dikontrol oleh peneliti dan dikenakan kepada subjek untuk menentukan efeknya terhadap reaksi.

2)        Dalam korelasi-korelasi sederhana , variable bebas merupakan variable yang tengah diukur qakan dikorelasikan”. (Kartono Kartini, 1990, hal. 333).

Sedangkan menurut Sanapiah faisal jenis variable adalah:

1)       Variabel bebas (Independent Variabel) ialah kondisi atau karakteristik yang oleh pengeksperimen dimanipulasi dalam rangka menerangkan hubungan dengan fenomena yang diobservasi.

2)       Variabel terikat (Dependent Variabel) ialah kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul atau tidak muncul ketika mengeksperimen, mengintroduksi, merubah, atau menjadi variable bebas”. (sanapiah Faisal, 1982, hal. 82)

Sebagai Pelengkap dari jenis-jenis variable diatas, berikut ini penulis mengutip pendapat dari Moh. Nasir sebagai berikut:

Umumnya variable dibagi atas dua jenis variable kontinyu (Continou Variabel). Dan variable deskriptif (Deskrete Variabel). Variable dapat juga dibagi sebagai variable dependent dan variable bebas. Juga dapat dilihat sebagai variable aktif mdan variable atribut. (Moh. Nasir, 1983, hal 149)

Berdasarkan kutipan diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1)          Variabel Descrete, adalah konsep yang dinilainya tidak dapat dinyatalan dalam bentuk pecahan atau decimal di belakang koma

2)          Variable kontinyu adalah variable yang dapat kita tentukan nilainya dalam jarak jangkau tertentu dengan decimal yang tidak terbatas.

3)          Variabel moderator adalah variable yang berpengaruh terhadap variable dependent, tetapi pengaruhnya tidak utama.

4)          Variable random adalah variable yang pengaruhnya dapat dilihat berdasarkan error yang timbul dalam mengadakan estimasi.

5)          Variable aktif adalah variable yang tidak dimanipulasi oleh peneliti

6)          Variable atribut adalah variable yang tidak dapat dimanipulasikan atau suikar di manipulasikan.

Berdasarkan jenis-jenis variable tersebut diatas dapat disimpulan bahwa variable yang penulis pilih digunakan dalam penelitian ini adalah variable bebas atau independent variable.

  1. Variabel Penelitian

1)          Variable bebas

Pengertian Variabel bebas menurut hadari Nawawi adalah: “himpunan sejumlah gejala yang memiliki pola berbagai aspek atau sumber yang berfungsi mempengaruhi atau menentukan munculnya variable lain”. 9hadari Nawawi, 1992, hal. 50).

Variabel bebas (Independent Variabel) merupakan variable yang oleh peneliti dijadikan sebagai ukuran yang akan menjadi bahan pembanding bernilai tetap. Artinya adalah bahwa gejala yang dijadikan variable bebas ini menjadi oetunjuk baku dalam rangka pekerjaan penelitian. Oleh karena itu dalam variable ini diperlukan pertimbangan mudah. Adapun variable bebas dalam penelitian ini adal;ah : “Penggunaaan dana Program Jalin Kesra”.

2)          Variable Terikat

Menurut Hadari Nawawi, pengertian variable terikat adalah “himpunan sejumlah gejala yang memiliki pola berbagai aspek atau unsure yang berfungsi mempengaruhi atau menentukan munculnya variable lain”. (Hadari Nawawi, 1992, hal. 50).

Variabel terikat (dependent Variabel) merupakan kondisi yang mungkin tidak muncul ketika peneliti mengerjakannya. Adapun variable terikat dalam penelitian ini adalah “kesejahteraan Warga”.

c.   Definisi Operasional.

1.   Definisi Operasional variable Bebas.

Dana bantuan Program Jaminan Perlindungan Kesejahteraan Rakyat (Jalin Kesra) meliputi : jumlah dana, penerima dana, jenis penggunaan. Waktu penggunaan dan pengembalian dana dengan menggunakan pendekatan tridaya yaitu pemberdayaan manusia, pemberdayaan usaha, pemberdayaan lingkungan, diharapkan dapat meningkatkan bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan warga penerima dana Jalin Kesra

  1. D.    Metode Pengumpulan Data

Menurut Sutrisno Hadi disebutkan bahwa:

Bagaimana memperoleh data adalah persoalan metodologi yang khusus membicarakan tekhnik-tekhnik pengumpulan data. Apakah seorang penyelidik akan menggunakan questionare, interview, observasi biasa, test, eksperiment, koleksi, metode lainnya, kombinasi dari beberapa metode itu semua harus mempunyai dasar-dasar yang beralasan. (Hadi Sutrisno, 1996. hal. 79).

Dari pengertian tentang tekhnik pengumpulan data tersebut di atas, maka penulismelakukan pengambilan data dengan beberapa metode kombinasi yaitu : (1) metode angket, (2) metode interview, (3) Metode dokumentasi.

  1. Macam-macam metode pengumpulan data

Angket pada dasarnya sama dengan wawancara, akan tetapi pelaksanaanya dilakukan secara tertulis baik pertanyaan maupun jawaban. Dilakukan secara tertulis baik pertanyaan maupun jawaban. Hal ini sejalan dengan pendapat beberapa ahli antara lain:

Angket kuesioner (Quesionare) ialah penyelidikan mengenai masalah yang banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) dengan jalan mengedarkan formulis daftar pertanyaan diajukan ecara tertulis kepada subyek untuk mendapat jawaban (tanggapan Responden) tertulis seperlunya. (Kartono Kartini, 1990. hal. 217).

Menurut James P. Chaplien, menyatakan

“angket adalah satu topic satu set pertanyaan berurusan dengan tunggal atau satu set topic yang saling berkaitan yang harus dijawab subyek”. (kartono Kartini, 1990. hal. 217)

Menurut pendapat Djoko Subagyo angket adalah

 : “Kuesioner juga merupakan alat pengumpul data diatas, kuesioner diajukan pada responden dalam bentuk tertulis disamping ke alamat responden, kantor atau tempat lain”. (Subagyo Djoko, 1991, hal. 55).

Sedangkan pendapat Winarno Surakmad menyatakan : “Cara ini dapat juga dipandang sebagai interview tertulis dengan beberapa perbedaan. Pada angket yang disebut kuesioner sample dihubungi melalui daftar pertanyaan tertulis”. (Surakhmad Winarno, 1978, hal 180)

2)  Bentuk – bentuk Kuesioner

Dilihat dari bentuk pertanyaan dalam angket dapat dibedakan menjadi :

a)      Angket tertutup (close)

b)      Angket terbuka (open)

c)      Angket campuran

Sedangkan Winarno Srakhmad, membedakan bentuk angket menjadi :

a)      angket berstruktur

b)      angket tak berstruktur

Dari kedua pendapat tersebut, secara ringkas bentuk angket dapat dibedakan :

1)      angket tertutup/berstruktur

2)      angket terbuka/tak berstruktur

3)      angket campuran

Dari beberapa angket dan bentuk penelitian angket tersebut, maka penulis gunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup atau berstruktur.

3)   Kebaikan Metode Angket

a)      Dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.

b)      Dapat diajukan pertanyaan yang lengkap, tetap dan benar

c)      Dapat menghindari perolehan data yang tidak diperlukan

d)      Responden dapat merahasiakan identitasnya dan bebas memilih alternative jawaban yang tersedia.

4)      Kelemahan Metode Angket

a)      Sulit bagi responden yang kemampuannya terbatas untuk membaca dan menulis serta memahami isi pertanyaannya

b)      Ada kemungkinan jawaban yang diberikan responden tidak obyektif

c)      Jenis data yang terkumpul relative terbatas

d)      Sulit merumuskan pertanyaan yang tepat sesuai dengan infomasi yang diperlukan

5)      Usaha Mengatasi Kelemahan Metode Angket

a)      Pertanyaan dibuat secara ringkas dan jelas

b)      Pertanyaan disusun dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh responden

c)      Pertanyaaan bersifat netral dan obyektif

d)      Dalam angket disertakan penjelasan untuk meyakinkan dan mendorong responden untuk menjawab secara obyektif

6)      Alasan Penggunaan Angket

a)      Untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya

b)      Unruk mempercepat proses pengumpulan data

c)      Untuk menjaga efektifitas dan obyektifitas

7)      Langkah-Langkah Penggunaan Metode Angket

a)      Menyiapkan angket sesuai dengan jumlah responden

b)      Mengusahakan terciptanya kesan pertama yang baik dengan responden

c)      Menjelaskan maksud dan tujuan pemberian angket kepada responden

d)      Mengumpulkan angket yang telah diisi oleh responden

Dari uraian diatas, dalam hal penggunaan angket sebagai metode utama untuk menggali data tentang: pengaruh pemberian bantuan jalin kesra terhadap kesejahteraan warga

  1. Metode Wawancara

1)      Pengertian Metode wawancara

Menurut Sutrisno Hadi menyebutkan bahwa interview adalah suatu bentuk yang dapat dipandang sebagai penguml data dengan Tanya Jawab sepihak, yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan kepada tujuan penyelidikan, pada umumnya dua orang atau lebih hadir secara fisik dan proses Tanya jawab (Sutrisno Hadi, 1983, hal. 193)

Sedangkan pendapat Djoko Subagyo, bahwa “wawancara adalah sebagai berikut: Wawancara bermakna berhadapan langsung antara interviewer) dengan responden dan kegiatan dilakukan secara lisan”. (Subagyo, Djoko 1991, hal 39).

            Dari uraian diatas, penulis berpendapat bahwa wawancara adalah tekhnik pengumpulan data yang diperoleh dari  hasil wawancara antara penyelidik dengan yang diselidiki. Wawancara dapat diselenggarakan antara seorang dengan sekelompok yang masing-masing mempunyai kedudukan sebagai pencari informasi/penanya, sedangkan pihak lainnya dalam kedudukannya sebagai pemberio informasi/yang ditanya (sebagai nara sumber)

2)      Kebaikan Metode Wawancara

  1. Dalam penelitian metode ini selalu digunakan, baik sebagai metode utama maupun sebagai metode penunjang
  2. Merupakan metode yang efektif untuk menggali informasi dan fenomena yang bersifat psikis
  3. Karena keluwesan metode tersebut, dapat digunakan sebagai alat verifikasi data
  4. Mudah diformulasikan

3)      Kelemahan Metode Wawancara

  1. Pelaksanaan wawancara mudah dipengaruhi oleh situasi dan kondisi tempat wawancara
  2. Kurang efisien karena memboroskan waktu, tenaga dan biaya
  3. Dituntut kemampuan bahasa yang baik bagi interviewer
  4. Kalau diinterview menaruh prasangka negative maka hasilnya tidak obyektif.
  5. Jika respondennya heterogen diperlukan interviewer dalam jumlah banyak
  6. Kemungkinan interview menjawab dengan tidak jujur
  7. Kadangkala interviewer tidak dapat memahami pikran interviewer

4)      Usaha mengatasi kelemahan Metode Wawancara

  1. Menjaga situasi dan kondisi agar tidak berubah untuk memperoleh informasi yang obyektif
  2. Pembicaraan jangan sampai menyimpang dari tujuan semula
  3. Menciptakan suasana wawancara yang akrab sehingga tidak canggung dan enggan
  4. Memberikan motivasi yang positif kepada interview, untuk meniptakan suasana yang bersifat kekeluargaan, sehingga mudah diperoleh informasi yang diharapkan
  5. Pertanyaan dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh interview.

5)      Alasan Penggunaan Metode wawancara

  1. Wawancara pada umumnya dijadikan alat pengumpul data lebih banyak dan lengkap
  2. Dijadikan saran untuk menemukan cirri khas dari persoalan yang sangat penting
  3. Dipakai sebagai alat cross-checking terhadap data yang diperoleh dengan metode lain.
  4. Digunakan sebagai metode bantu dalam pengumpulan data dengan angket
  5. Peneliti menginginkan jawaban yang murni dari rsponden tanpa pengaruh orng lain

6)      Langkah-Langkah Penggunaan Metode Wawancara

  1. Menyiapkan instrument yang diperlukan dalam wawancara
  2. Mendatangi responden atau interview dan memperkenalkan diri serta  menguarakan maksud kedatangan penliti
  3. Mengajukan pertanyaan sesuai dengan instrument yang telah disiapkan dan mencatat hasil wawancara tersebut.

Metode wawancara ini dugunakan oleh penulis untuk memperoleh data tentang: “Pengaruh pemberian bantuan jaminan perlindungan kesejahteraan rakyat (Jalin Kesra) tahun 2012. dan penulis ingin mengetahui sejauh mana perubahan yang dialami sebelum dan sesudah mendapat pembinaan dan keterampilan

c.   Metode Dokumentasi

Menurut  Arikunto Suharsimi, yang dimaksud dengan dokumentasi adalah

Dokumentasi dari asal katanya dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan, notulen rapat, catatan harian dan lain sebagainya. (suharsimi  Arikunto, 1989, hal. 131)

Dari penjelasan tersebut diatas maka metode dokumentasi ini digunakan penulis untuk pengambilan dan pencatatan data-ata yang sudah ada tentang besarnya penggunaan dana Jalin Kesra yang sudah dikucurkan. Data dokumentasi ini juga sebagai data penunjang  atau pelengkap dari data yang diperoleh  dengan cara lain yaitu dengan angket dan wawancara/interview. Sedangkan keuntungan metode dokumentasi menurut Marzuki adalah sebagai berikut :

Keuntungan Metode Dokumentasi :

a)      Lebih murah, cukup pergi ke perpustakaan, mencatat ke penerbitan, biro pusat statistic, kantor pemerintah/swasta

b)      Lebih cepat, hanya butuh beberapa jam/hari saja untuk menyalin catatan/dokumen yang sudah ada. (subagyo Joko, 1991. hal. 115)

E.  Metode Analisis Data

            1. Pengertian Metode Analisis Data

Metode analisa data diperlukan untuk menganalisa data yang telah terkumpul, sehingga dapat menarik kesimpulan sesuai tujuan penelitian. Oleh karena itu agar kesimpulan benar dan tepat, diperlukan ketepatan pemilihan metode analisanya.sebagaimana dikemukakan oleh Joko Subagyo yang mengatakan :

Data mentah yang dikumpulkan oleh para petugas lapangan aka ada gunanya setelah di analisis. Analisis dalam penelitian merupakan bagian yang sangat penting, karena dengan adanya analisa inilah data yang akan Nampak manfaat terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan penelitian. (Subagyo Joko, 1991, hal. 104-105).

Begitu juga Kartini Kartono mengatakan sebagai berikut : “Analisa ilmiah terhadap data yang terkumpul itu memberikan arti tertentu, dengan nama orang bia mengadakan interpretasi.” (Kartini Kartono, 1990, hal. 384)

Dengan demikian metode analisis data adalah sesuatu cara untuk memanfaatkan data yang telah terkumpul dan mengadakan interpretasi untuk dapat mencapai tujuan penelitian.

2.  Jenis Metode Analisis Data

Secara umum metode analisa data dapat dibedakan menjadi dua maca:

a)   Metode Analisis Kuantitatif

Metode analisis kuantitatif disebut metode analisis statistic yaitu metode untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa,dan menginterpretasikan data

b)   Metode Analisis Kualitatif

Metode analisis kualitatif juga disebut metode deskriptif, yaitu mencari proposisi dan mencari prosentase serta ratio. Berdasarkan pengertian dan jenis metode analisis data tersebut diatas memilih metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif atau deskriptif.

Berdasarkan asumsi diatas maka dalam menganalisa data menggunakan analisa metode deskriptif. Hal ini karena penulis juga berkeinginan agar dapat menyempitkan dan membatasi penemuan-penemuan sehingga menjadi suatu data yang teratur, sert tersusun dan lebih berarti sesuai dengan prinsip tujuan analisa itu sendiri.

Karena variable penelitian penulis dalam bentuk variable bebas (X) dan variable teikat (Y) maka analisa yang paling tepat untuk mengetahui adanya dampak atau pengaruh seperti yang ditegaskan Winarno Surakhmad dalam bukunya yang berjudul pengantar penelitian ilmiah sebagai berikut: “Metode deskriptif adalah salah satu teknis atau cara pengumpulan data dengan memaparkan atau mengambarkan dengan kata-kata secara jelas dan apa adanya.” (Surakhmad Winarno, 1978, hal. 133).

Dalam penelitian deskriptif, peneliti memiiki sejumlah individu yang mempunyai variasi dalam hal yang diselidiki  semua anggota kelompok yang dipilih sebagai subjek pnelitian. Agar peneliti mengetahui sejauh mana dampak yang diperoleh antara sebelum dan sesudah menerima banruan jaminan perlindungan kesejahteraan rakyat (Jalin Kesra) yang diprogramkan pemerintah.

Hal ini dapat penulsi gambarkan dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Gambar 4

X

Grafik : keadaan variable Bebas dan Terikat

Y

B

A

X : Mewakili variable bebas

Y : Mewakili variable terikat

A : Keadaan warga sebelum menerima bantuan jalin kesra

B : Keadaan warga sesudah menerima bantuan jalin kesra

Melihat grafik diatas maka dapat diketahui bahwa pada huruf “A” adalah merupakan keadaan warga sebelum menerima bantuan dari program jaminan perlindungan kesejahteraan rakyat (Jalin Kesra).

Untuk itu dalam Hipotesis ini peneliti dapat menarik benang merah bahwa peningkatan kesejahteraan warga penerima bantuan jalin kesra tergantung dengan besarnya dana yang telah diberikan, semakin besar jumlah dana yang diberikan maka semakin tinggi tingkat kesejahteraan warga penerima bantuan jalin kesra tersebut.

Advertisements

About miftachulwachyudiyudee1

Yudee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s